Website Resmi | Abu Ahmad Zaenal Abidin, Lc.

May/10

24

Konsultasi : Hukum Istri Yang Tidak Shalat

Pertanyaan

Bagaimana menasihati istri yang tidak mau sholat? Apakah boleh menceraikannya jika sudah dinasihati berkali-kali?

Jawaban:
Shalat adalah rukun Islam paling agung setelah syahadah, tiang agama, cahaya keyakinan, peristirahatan ahli ibadah, wahana komunikasi antara hamba dengan Rabbnya dan tempat mencari ketentraman hati bagi kaum mukimin. Maka seseorang harus menegakkan shalat, terutama shalat wajib lima waktu tepat pada waktunya, karena shalat lima waktu diwajibkan dengan waktu yang telah ditentukan sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala (yang artinya) :
“Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’ [4]: 103).

Dan shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab Allah ta’ala pada hari Kiamat sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam:
“Perkara yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka akan baik seluruh amalnya. Jika sholatnya rusak, maka akan rusak seluruh amalnya.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah [III/347] dengan nomor 1358).

Dalam menghadapi kesibukan dunia seperti apapun seseorang tidak boleh melalaikan shalat untuk mengerjakannya secara sempurna karena shalat merupakan tali Islam paling akhir yang terlepas dari tangan umat Islam sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam:
“Sesungguhnya tali Islam akan terlepas seutas demi seutas, ketika terlepas satu utus maka umat manusia berpegang tali berikutnya maka perkara yang pertama kali (urusan agama) yang terlepas adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat.”(1)

Barangsiapa meninggalkan karena inkar terhadap kewajibannya (kewajiban shalat) maka kafir berdasarkan ijma’ para ulama, sementara bila meninggalkan shalat karena malas namun tidak pernah shalat sama sekali seumur hidupnya maka menurut pendapat yang kuat dia telah kafir tetapi bila terkadang shalat terkadang tidak, maka masih dihukumi muslim.(2) Demikian itu berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam:
“Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”(3)

Oleh karena itu, bila isteri anda tidak shalat dan telah dinasehati berkali-kali tetap tidak berubah maka anda berhak untuk menceraikan, karena barangsiapa meninggalkan shalat secara keseluruhan maka ia kafir dan secara otomatis ikatan pernikahan lepas berdasarkan hadits diatas.(4)

Footnote :
(1) Shahih diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya (5/ 251), Imam Hibban dalam Shahihnya (8/ 253) dan Imam al-Hakim dalam Mustadraknya (7022) dan dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ (5076).
(2) Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, 22/ 49.
(3) Shahih diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya (134) dan Imam     at-Tirmidzi dalam Sunannya (2618).
(4) Lihat Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 12/ 56.

RSS Feed

1 Comment for Konsultasi : Hukum Istri Yang Tidak Shalat

eva alchaidir | July 29, 2010 at 12:21 PM

alhamdulillah…makasih atas penjelasannya..sebegitu pentingnya makna sholat..sehingga bisa mejamin amal2 yg lain…

Leave a comment!

<<

>>

Find it!

Tag Cloud

Copyright © 2012 Website Resmi - Abu Ahmad Zaenal Abidin, Lc..
Website powered by WordPress and UltrAjax wordpress theme designed by TopTut.com & TopWPThemes.com.
Visit WebHostingFan.com for the latest news on web hosting and cms review.