Website Resmi | Abu Ahmad Zaenal Abidin, Lc.

Apr/11

15

Konsultasi Keluarga : Menyekolahkan Anak di Pesantren

Pertanyaan:
Assalaamu’alaikum.
Saat ini kita melihat pembangunan sekolah yang begitu banyak namun kasus kriminal di masyarakat juga semakin menigkat, maka ada hal yang ingin saya tanyakan. Yaitu “apakah wajib menyekolahkan anak di pesantren?” dan “apakah pesantren dapat menjamin keberhasilan anak di masa depan?” kemudian “apa nasihat Ustadz bagi orangtua yang berniat memasukkan anaknya ke pesantren?”.
Jazakalloh Khoir.
Wassalaamu’alaikum.

Jawaban:

Secara hukum asal, tugas pendidikan anak menjadi beban dan kewajiban orang tua terutama bagi seorang ayah baik yang terkait dengan pembinaan rohani, pertumbuhan jasmani, kecerdasan intelektual dan spritual, dan perkembangan emosional, karena dialah yang paling bertanggung jawab terhadap kesalamatan keluarganya baik di dunia maupun di akhirat sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala (yang artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS At-Tahrim [66]: 6).

Setiap muslim pasti akan dimintai pertanggung-jawaban atas apa yang dipimpinnya. Ia akan mendapatkan limpahan karunia dan pahala atas segala kebaikan pendidikan yang ia berikan. Sebaliknya, bila ia menyia-nyiakan amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, maka ia akan mendapat sanksi atas segala keteledoran yang terjadi di tengah keluarganya.  Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya dan imam adalah pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan wanita adalah penanggung jawab atas rumah suami dan anaknya. Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya.”(1)

Akan tetapi tidak setiap orang tua punya kemampuan dalam mendidik anak sendiri karena berbagai macam keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia, keilmuan, kesempatan, manajemen, metode dan sarana-prasana sehingga kehadiran pondok pesantren atau boarding school yang berbasis pada kompetensi dan pembentukan karakter anak merupakan solusi yang sangat dinanti para orang tua.

Kehadiran lembaga pendidikan dengan sistem boarding atau biasa dikenal dengan pesantren yang memiliki perhatian lebih terhadap sistem pendidikan yang integral dan kompetitif serta menekankan pada keberhasilan anak didik dalam seluruh aspek, dimana hal ini belum tentu dapat ditemukan di sekolah-sekolah pada umumnya atau di rumah meskipun kedua orang tua memiliki kemauan keras. Hal ini disebabkan karena kemauan yang keras jika tidak didukung dengan kemampuan yang cukup maka tidak akan membuahkan hasil.

Oleh karena itu, memasukkan buah hati ke lembaga pesantren merupakan pilihan tepat di tengah kesibukan orang tua yang sangat padat dan di tengah meluapnya pengaruh negatif, distorsi aqidah dan dekadensi moral yang sangat dahsyat terutama dampak media elektronik maupun cetak. Sehingga pondok pesantren atau boarding school yang mengedepankan penanaman akhlak (pembentukan karakter) anak didik dan menekankan kecerdasan intelektual dan spiritual, keterampilan dan ketakwaan di atas manhaj salafus shalih merupakan pilihan dan solusi ampuh untuk menangkal semua pengaruh negatif diatas.

Wallahu a’lam.

Footnote :
(1) Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya (844, 2232, 2368, 4801).

RSS Feed

No comments yet.

Leave a comment!

>>

Find it!

Tag Cloud

Copyright © 2012 Website Resmi - Abu Ahmad Zaenal Abidin, Lc..
Website powered by WordPress and UltrAjax wordpress theme designed by TopTut.com & TopWPThemes.com.
Visit WebHostingFan.com for the latest news on web hosting and cms review.